Tanpa Restu
Kita
Kita, bertemu di tahun 2018 dimana saat itu aku dan kamu bekerja di satu perusahaan yang sama. Dengan posisi yang sama, kita mulai menjalin pertemanan. Tapi saat itu aku sedang dekat dengan rekan kerjaku juga, sebut saja U. Dia pria gagah yang aku suka. Oh iya, saat itu kamu juga sedang menyukai dengan temanku kan, sebut saja dia I. Tapi sayangnya kamu ditolak ya hehe.
Ya begitupun juga aku, aku hanya bisa pasrah dan berjalan mundur saat tau bahwa U sudah memiliki kekasih hati. Dan dari situ, kamu dan aku menjadi dekat ya mas. Aku gk tau ini dimulai dari mana. Kamu tiba-tiba menyatakan rasamu ke aku. Kamu tau? awalnya aku berfikir apa karena kamu tidak mendapatkan cinta dari temanku itu makanya kamu memilih aku? yang saat itu juga tidak berhasil mendapatkan cinta dari U?.
Saat kamu bilang "kamu mau gk jadi pacar aku?" rasanya tuh kaya gimana ya, karena posisinya umur kita beda 9 tahun mas. Memang posisinya kamu masih single, tapi tuh aku mikir apa ini buat bercandaan atau gimana. Akhirnya setelah berpikir beberapa hari, aku akhirnya berani untuk bilang "iya, aku mau" walau sebenarnya aku tuh masih berfikir 'apa ini hanya bertahan untuk sementara atau untuk serius'.
Jujur, aku sangat meragukan hubungan ini mas. Bagaimana tidak, baru beberapa bulan pacaran kita aja kamu masih menyimpan foto mantan terindah kamu. Mungkin itu memang kenangan terindah kamu, tapi saat itu kamu berjanji akan membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Tapi menurutku itu salah. Dan yang baru aku tau apa mas? ternyata adik kamu kerja bersama mantan terindah kamu itu?.
Ya, setelah beberapa bulan bahkan belum setahun saja aku sudah hampir tau semua hal yang kamu tutupi. Masalah menyimpan foto mantanmu itu memang sudah kamu hapus. Lalu kenapa saat itu kamu masih bertanya soal mantan gebetanmu yang umurnya beda 2 tahun dibawah aku? mau kamu itu apa mas? huft, aku marah saat itu tapi kamu merasa tidak bersalah. Kamu masih ingat apa yang kamu katakan saat aku melihat chat itu? "lho apa salahnya si, kan aku cuma nanya kabar doang? gini doang jadi masalah". Mass, aku sama kamu saat itu masih berada di satu hubungan yaitu pacaran. Apa etis, seorang pria bertanya kabar kepada perempuan yang bukan saudara, keluarga, atau bahkan teman. Bahkan saat itu kamu tidak tau kata maaf. Kadang aku cuma butuh kata maaf mas,
Ya, dari situ mulai kelihatan sifat asli kita ya mas. Bahkan aku baru tau kalau ternyata adik kamu selalu bawa vitamin dari mantan kamu itu, yang bahkan kamu sangat rajin meminumnya. Apa kamu tau? aku marah aku kesal, kenapa setiap vitamin atau obat bahkan makanan yang aku kasih aja gk pernah kamu sentuh mas.
Mas, hubungan kita saat itu belum satu tahun tapi dalam sekejap berubah menjadi banyak masalah.
Dan lagi saat semua masalah itu bermulai...
Komentar
Posting Komentar